Anak Medan, Lagu Solidaritas dan Kesuksesan Masyarakat Batak

 

Anak Medan, Lagu Solidaritas dan Kesuksesan Masyarakat Batak

Anak Medan, tak hanya bagi orang Batak saja tetapi bagi masyarakat Sumatera Utara, lagu ini sangatlah populer! Meski disebut sebagai “Anak Medan”, sebutan tersebut ditujukan bagi seluruh masyarakat Sumatera Utara. Lagu tersebut bahkan tak hanya populer di kalangan masyarakat Batak saja – meski menggunakan bahasa Batak – tetapi juga bagi hampir semua suku di provinsi Sumut. Makanya, tak heran kalau kita akan lihat mereka yang dari suku lain – selain Batak – juga turut senang menyanyikan dan bahkan berjoged ketika dengar lagu “Anak Medan”. Lagunya yang memang memiliki beat energik dipadukan dengan lirik campuran antara bahasa Batak dan Indonesia nan menggelitik menjadi andalan lagu tersebut. Sehingga banyak kalangan yang download lagu batak tersebut.

Nah, supaya tidak hanya sekadar berjoged tanpa tahu arti, yuk, mari lihat arti lagu “Anak Medan” dengan lebih dalam lagi!

Arti Lagu “Anak Medan” yang Menggambarkan Masyarakat Batak dan Orang Medan

Sebagai informasi, lagu “Anak Medan” diciptakan oleh Freddy Tambunan dan kemudian dipopulerkan oleh Trio Lamtama. Videonya cukup menarik karena trio tersebut membawakan lagu dengan jogged khas ‘lapo’. Lagu tersebut secara keseluruhan menceritakan tentang anak Medan yang sangat setia kawan, orang yang senang merantau dan bahkan punya ambisi meraih sukses.

Di beberapa penggalan lirik lagu “Anak Medan” sangat frontal menggambar makna lagu tersebut. Sebagai contoh: “Susah di donganku, so boi tarbereng au. Titik darah penghabisan ai rela do au, Kawan!”. Arti dari kalimat tersebut adalah “Aku tak bisa lihat kawanku susah. Sampai titik darah penghabisan pun aku rela!”. Memang benar, solidaritas masyarakat Batak dikenal sangat kental. Bahkan, tak jarang masyarakat Batak rela mengalah demi kawan dan membantu kawan meskipun dia merugi. Selain itu, masyarakat Batak langsung menganggap benar-benar keluarga pada seseorang yang memiliki marga yang sama atau memiliki kaitan marga. Padahal, mereka sama sekali tak memiliki hubungan darah, lho!

Selain menceritakan tentang kesetiakawanan masyarakat Batak dan anak Medan secara keseluruan, lagu “Anak Medan” ini juga menyatakan keinginan anak Medan untuk sukses. Masyarakat Sumatera Utara dikenal sebagai kaum perantau. Rasa-rasanya tak lengkap bila tak menginjakkan kaki dan mencoba bertahan hidup dan sukses di kota lain dan bahkan luar negeri! Tersurat pada lirik lagu “Anak Medan” yang menyatakan seperti ini: “Horas! Biar kambing di kampung sendiri, tapi banteng di perantauan”. Cukup menggelitik, ya? Kalimat tersebut tentu menjadi motivasi kuat bagi masyarakat Sumatera Utara untuk mencoba peruntungan di daerah lain dan bahkan negeri orang. Meski awalnya mungkin hanya orang susah di tempat asal namun harus bisa buktikan kesuksesan di tempat lain.

Nah, bagaimana? Sekarang sudah tahu, kan, arti lengkap dari lagu “Anak Medan” yang fenomenal ini? Selamat berjoged!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *