Surat Terbuka Untukmu Sang Mantan

Mengingat kembali seseorang yang pernah mengisi hati dan mewarnai hari-harimu bukanlah sesuatu hal yang salah. Seseorang yang biasa kamu sebut “mantan”, adalah orang yang pernah menjadi bagian dari hidupmu.

Walau sekarang ini anda serta dianya telah tidak sekali lagi dengan, memori mengenainya juga akan senantiasa ada pada ingatanmu. Sebatas mengingat, bukanlah bermakna anda belum juga move on darinya.

Seperti satu diantara pembaca Hipwee ini, Milda Fathurrizkiyah Gisma, yang coba membulatkan tekad untuk menuliskan satu surat terbuka untuk mantannya. Walaupun sekarang ini dianya telah ada yang mempunyai, suratnya ini yaitu ucapan terimakasihnya untuk sang bekas.

#Halo, apa kabarnya lelaki yang sempat membuatku jatuh hati?

” Kadang-kadang saya teringat mengenaimu. Kadang-kadang saya merindukan kita. Namun ini tidak sempat jadi argumenku untuk mengharapkan engkau kembali. Saya berharap kita juga akan keduanya sama bahagia atas apa yang kita tentukan dahulu — berpisah. Mudah-mudahan engkau senantiasa tersenyum dengannya. Demikian halnya saya serta kekasihku. ”

Halo apa kabarnya anda, telah lama rasa-rasanya membatasi diri tidak untuk mencari tahu mengenaimu. Apa kabarnya wanita yang kulihat paling akhir bersamamu? Kalian masih tetap baik-baik saja ‘kan? Saya berharap demikian. Sesudah kita mengambil keputusan untuk jalan sendiri-sendiri tahukah engkau bila kadang-kadang saya merindukanmu.

Selalu jelas saya kadang-kadang lihat ke arahmu untuk meyakinkan masih tetap ada senyum yang dahulu buat saya jatuh hati kepadamu. Walau saya tahu itu bukanlah buatku sekali lagi. Namun saya benar-benar bahagia melihatmu tambah lebih bahagia di sana.

Ingatkah anda kemana sajakah kita pergi dahulu? Mengenai genggaman tangan pertama saat itu, engkau terang tidak ingin melepasnya. Rebahan pertamaku, dan beberapa hal pertama yang dahulu kita kerjakan dengan. Namun mungkinkah engkau mengingat terang mengenai kita seperti saya mengingatnya? Ah, rasa-rasanya saya menginginkan bertanya beberapa hal kepadamu. Atau kadang-kadang bersenda gurau mengenaimu. Namun saat ini kita telah miliki batas sendiri-sendiri yang tidak mungkin saja kita lalui.

#Kita yang Dahulu Memanglah Pernah Merasa Indah

Saya ingat dahulu tidak ada hari tanpa ada sebatas menanyaimu beberapa hal kecil seperti : Anda sekali lagi apa? Telah makan belum juga? atau ucapan : Selamat pagi, Selamat malam atau ucapan yang lain. Saya juga ingat kadang-kadang engkau menyanyi satu bait lagu waktu pembicaraan kita di telepon merasa hambar. Atau mungkin saja kau ingat panggilanmu untukku dahulu? Serta kadang-kadang engkau bahkan juga menghinaku hingga saya geram.

Baca Juga : Contoh Surat Pribadi

Dahulu, ada dalam rengkuhan pelukmu telah cukup membuatku tenang. Ditambah sekali lagi kecupanmu di keningku. Engkau katakan itu yaitu tanda sayangmu, walau supaya kau dapat mengecupku itu bermakna saya mesti berjinjit untuk menyamai diri denganmu.

Anehnya, tidak perduli tinggi tubuh kita berlainan saya senantiasa terasa kita cocok. Waktu duduk di belakangmu saya juga senantiasa memelukmu dengan erat serta tak tahu mengapa saya saat itu terasa kalau saya juga akan kehilanganmu satu waktu kelak. Ya, benar saja, kita telah tidak dengan sekali lagi saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *